Pasca Covid-19, Menko Airlangga Sebut Kerja Sama Global Penting Dilakukan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan sambutan dalam The Annual Global Town Hall Conference dengan tema "Managing Competition, Conflict, and Cooperation in a Pandemic World", yang diselenggarakan secara virtual oleh Foreign Policy Community of Indonesia, Sabtu (20/11).

JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Pandemi Covid-19 telah memberi kita kesempatan untuk melakukan “reset and reshape” dunia dengan cara yang lebih selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Negara-negara di seluruh dunia juga telah berkomitmen untuk mencapai SDGs pada tahun 2030. Dengan tantangan besar yang dihadapi dalam masa pandemi bagi setiap negara, upaya untuk mempercepat pencapaian SDGs harus terus ditingkatkan. Di sinilah kerja sama global sangat dibutuhkan.

”Negara-negara maju telah mengelola situasi pandemi dengan lebih baik, tetapi banyak negara berkembang yang masih berjuang untuk mengakses vaksin,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan sambutan dalam The Annual Global Town Hall Conference dengan tema “Managing Competition, Conflict, and Cooperation in a Pandemic World”, yang diselenggarakan secara virtual oleh Foreign Policy Community of Indonesia, Sabtu (20/11).

Bacaan Lainnya

The United Nations mencatat sedikitnya terdapat 48 negara yang menghadapi risiko tinggi atau sangat tinggi mengalami “lost generation” akibat berkurangnya kesempatan pendidikan, kehilangan pekerjaan, dan terkendala sistem perawatan kesehatan.

Kerja sama global dalam mencegah kondisi krisis yang berkepanjangan perlu dilakukan, khususnya dalam membantu negara-negara paling miskin dan rentan, kemitraan global dalam bentuk dukungan pendanaan, penangguhan pembayaran utang, dan akses teknologi.

Diperlukan juga mekanisme pembiayaan yang inovatif untuk menutup kesenjangan pendanaan SDGs, termasuk melalui blended finance dan sustainable private investment untuk menghidupkan kembali perekonomian dan menciptakan lapangan kerja.

Pandemi Covid-19 telah menunjukkan bahwa dunia jauh lebih erat terhubung daripada yang diperkirakan banyak orang, dan bahwa pandemi belum berakhir sampai setiap negara aman. Hal ini juga menjadi mendapat perhatian dalam penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia.

Presidensi G20 Indonesia bukan hanya suatu tantangan besar, tetapi juga harapan. Dengan mengangkat tema ”Recover Together, Recover Stronger”, Indonesia mendorong upaya bersama bagi pemulihan ekonomi dunia. Seperti yang digarisbawahi Presiden RI Joko Widodo, prinsip utama yang harus dipegang adalah pertumbuhan yang inklusif, berpusat pada masyarakat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan peningkatan produktivitas, peningkatan ketahanan, dan memastikan stabilitas ekonomi dan keuangan di seluruh dunia.

Salah satu prioritas dalam Presidensi G20 adalah mengembangkan sumber pembiayaan yang dapat mendukung upaya setiap negara dalam menyediakan pembiayaan berkelanjutan untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim seperti yang dijanjikan dalam The Glasgow Pact pada COP26. Perjanjian tersebut juga menandai upaya global dalam mengurangi penggunaan batubara secara bertahap untuk mencapai ekonomi rendah karbon.

Pos terkait