Pakar Hukum : Dugaan Korupsi Lukas Enembe Jadi Tantangan Penegakan Hukum

Tangkapan layar Gubernur Papua Lukas Enembe
Tangkapan layar Gubernur Papua Lukas Enembe memberikan keterangan kepada wartawan di kediamannya di Jayapura, Papua, Jumat (30/9/2022). (ANTARA/Qadri Pratiwi)

JAKARTA – Pakar hukum Universitas Brawijaya Aan Eko Widiarto menyatakan bahwa kasus dugaan korupsi yang dilakukan Gubernur Papua Lukas Enembe menjadi tantangan penegakan hukum di dalam negeri.

Aan, di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10), mengatakan bahwa tantangan untuk penegakan hukum terkait kasus dugaan korupsi Lukas Enembe tersebut berkaitan dengan penerapan asas persamaan di hadapan hukum itu sendiri. “Saya memandang bahwa saat ini yang menjadi tantangan kita dalam penegakan hukum adalah equality before the law, jadi persamaan di hadapan hukum,” kata Aan.

Bacaan Lainnya

Aan menjelaskan, penegakan hukum tersebut harus dilakukan secara konsisten dan mengedepankan hukum itu sendiri. Namun, jika proses hukum mengedepankan kepentingan tertentu, maka akan terjadi sejumlah permasalahan.

Menurutnya, penegakan hukum tersebut harus berlaku sama untuk seluruh warga Indonesia, tidak tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Perlakuan sama tersebut termasuk dalam penegakan hukum terhadap kasus dugaan korupsi Lukas Enembe. “Contoh Lukas Enembe ini menjadi hal yang sama, karena ragu. Terkait kasus dugaan korupsi Lukas Enembe, persoalannya selalu dibawa ke masalah disintegrasi. Masalahnya di sana,” ujarnya pula.

Terkait alasan Lukas Enembe yang belum diperiksa meskipun sudah ditetapkan menjadi tersangka, katanya lagi, seharusnya pemeriksaan kesehatan Gubernur Papua tersebut dilakukan oleh pihak-pihak yang berwenang dalam pemeriksaan itu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *