NASIONAL

MoU DIR–AMSI: Media Siber Perkuat Diseminasi Riset

×

MoU DIR–AMSI: Media Siber Perkuat Diseminasi Riset

Sebarkan artikel ini
diskusi “Quantum Age, Big Data dan Masa Depan Industri Media” yang digelar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) bersama Deep Intelligence Research (DIR) di Jakarta, Jumat (30/1).

JAKARTA —  Prof. Rhenald Kasali menegaskan bahwa data kini menjadi fondasi utama pengambilan keputusan di berbagai sektor, termasuk industri media.

Bank bjb Tandamata

“Dunia bisnis, media, siapapun kita saat ini sangat membutuhkan data. Pemerintah kalau mau membuat keputusan juga harus melihat data,” ujarnya dalam diskusi “Quantum Age, Big Data dan Masa Depan Industri Media” yang digelar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) bersama Deep Intelligence Research (DIR) di Jakarta, Jumat (30/1).

Merujuk pemikiran sejarawan Yuval Noah Harari dalam Homo Deus: A Brief History of Tomorrow, Rhenald menyebut data sebagai “the new oil” yang menentukan siapa yang mampu bertahan dalam pertarungan era digital. Ia menekankan pentingnya kolaborasi media dan lembaga riset untuk memanfaatkan data secara mendalam, bukan sekadar membaca tren permukaan.

“Dalam percakapan media sosial, ada emosi yang harus dibaca. Ada emoticon. Di situlah kita bisa memahami perasaan publik yang sesungguhnya,” tegas pendiri DIR ini. Menurutnya, pemanfaatan data menjadi jalan memperteguh peran pers di tengah krisis kepercayaan dan banjir informasi.

Diskusi juga menghadirkan CEO Suara.com sekaligus Wakil Ketua Umum AMSI, Suwarjono, yang menyoroti transformasi drastis dalam produksi, distribusi, dan konsumsi konten.

“Pendekatan bisnis media berbasis data bukan sekadar alat bertahan, melainkan prasyarat agar media tetap berpihak pada kepentingan publik di tengah tantangan etika, kepercayaan, dan risiko manipulasi informasi,” ujarnya.

Kegiatan diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara DIR dan AMSI. MoU ditandatangani oleh CEO DIR Adi Prasetya dan Wakil Ketua Umum AMSI Suwarjono.