Menhan Prabowo ke Amerika Serikat Memberikan Tiga Makna Penting

  • Whatsapp
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto inspeksi pasukan saat melakukan upacara jajar kehormatan di Kantor Kementerian Pertahanan. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com )

RADARSUKABUMI.com – Pengamat Politik Fisip Universitas Jayabaya Igor Dirgantara mengomentari kunjungan kerja Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto ke Amerika Serikat. Igor menyebutkan lawatan tersebut memiliki tiga makna penting untuk Indonesia.

Pertama, kata Igor, menepis tuduhan miring yang dilontarkan terhadap mantan Danjen Kopassus. “Istilah Jawa-nya, becik ketitik olo ketoro. Sebelumnya, Prabowo dituding melakukan pelanggaran HAM oleh AS di masa Presiden Bill Clinton, George W. Bush, dan Barack Obama,” kata Igor.

Bacaan Lainnya

Prabowo pun sempat dituduh melakukan penculikan terhadap aktivis mahasiswa dalam aksi kerusuhan Mei 1998 yang menumbangkan Presiden Soeharto. Kehadiran Prabowo di Negeri Paman Sam lantas membuktikan bahwa segala tuduhan-tuduhan tersebut tidak benar.

“Keputusan Kementerian Luar Negeri AS memberi visa dan mencabut larangan terhadap Prabowo Subianto sudah tepat. Selain itu, kunjungan Prabowo akan memperkuat hubungan bilateral AS-Indonesia dan kerjasama militer kedua negara,” jelas Igor lagi.

Makna kedua, kehadiran Prabowo Subianto di AS akan meningkatkan political standing dan repositioningnya dalam konfigurasi politik di Indonesia jelang 2024. Praktis saat ini tidak ada kasus hukum yang melibatkan Prabowo Subianto.

“Karena tidak mungkin pemerintah AS sembarangan mengundang pejabat tinggi suatu negara untuk datang sebagai agenda kunjungan resmi kenegaraan. Prabowo adalah salah satu tokoh politik nasional yang punya pengikut dan simpatisan cukup banyak di Indonesia,” ujarnya.

Kunjungan Prabowo mengindikasikan sinyal kuat AS akan mengendorse Prabowo pada pemilu 2024 yang akan datang. AS juga butuh kerjasama dengan Indonesia sebagai ‘balance of power’ kedekatan Indonesia dengan Tiongkok, serta mensupport ‘freedom of navigation’ di Laut Cina Selatan. Di samping itu, AS berkepentingan agar Indonesia membeli peralatan militer AS, seperti pesawat tempur F-35 ketimbang Sukhoi dari Rusia.

“Ketiga, Indonesia adalah negara paling strategis di kawasan Asia Tenggara. Sejarah membuktikan bahwa salah satu kesuksesan pemimpin Indonesia adalah karena mendapat dukungan kuat dari negara besar. Ini fakta. Sebelumnya, Prabowo juga diundang dan diterima oleh negara-negara besar lainnya, seperti Tiongkok, Rusia, Prancis, dan Jepang. Tidak bisa disangkal bahwa hal ini menunjukan kapasitas Prabowo yang memang sangat diperhitungkan sebagai figur pemimpin Indonesia yang akan datang,” bebernya.

Diberitakan sebelumnya bahwa Amerika Serikat (AS) telah mencabut larangan bagi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto masuk Amerika Serikat. Prabowo berkunjung ke Amerika Serikat atas undangan Menteri Pertahanan Mark Esper dan dijadwalkan melakukan pertemuan penting dengan sejumlah pejabat Pentagon, termasuk Kepala Staf Gabungan Mark Milley. Saat ini Menhan Prabowo tengah berada di AS dalam rangka tugas kenegaraan RI.

(int/izo/rs)

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *