NASIONAL

Mengenal Kembali Supersemar dan Isinya yang Kontroversial

×

Mengenal Kembali Supersemar dan Isinya yang Kontroversial

Sebarkan artikel ini
Supersemar Jadi Mandat Soekarno Untuk Soeharto
Supersemar Jadi Mandat Soekarno Untuk Soeharto. (-Instagram/ @indonesian.historical)

Bahkan sampai saat ini, naskah aslinya masih belum diketahui keberadaannya.

Bank bjb Tandamata

Isi Supersemar

Kendati demikian, ada beberapa pokok pemikiran Supersemar yang diakui Orde Baru dan dijadikan sebagai acuan.

Adapun isi dari Supersemar yaitu:

– Mengambil segala tindakan yang dianggap perlu untuk terjaminnya keamanan dan ketenangan serta kestabilan jalannya pemerintahan dan jalannya Revolusi, serta menjamin keselamatan pribadi dan kewibawaan Pimpinan Presiden/Panglima Tertinggi/Pemimpin Besar Revolusi/Mandataris MPRS, demi untuk keutuhan Bangsa dan Negara Republik Indonesia, dan melaksanakan dengan pasti segala ajaran Pemimpin Besar Revolusi.

– Mengadakan koordinasi pelaksanaan perintah dengan Panglima-Panglima Angkatan Lain dengan sebaik-baiknya.

– upaya melaporkan segala sesuatu yang bersangkut paut dalam tugas dan tanggung jawabnya seperti tersebut di atas.’

Setelah Soeharto mendapat mandat ini, ia mengambil sejumlah keputusan lewat SK Presiden No 1/3/1966 tertanggal 12 Maret 1966 atas nama Presiden/Panglima Tertinggi ABRI/Mandataris MPRS/PBR.

Keputusan tersebut berisi:

  • Pembubaran PKI beserta ormasnya dan menyatakannya sebagai partai terlarang
  • Penangkapan 15 menteri yang terlibat atau pun mendukung G30S
  • Pemurnian MPRS dan lembaga negara lainnya dari unsur PKI dan menempatkan peranan lembaga itu sesuai UUD 1945.

Saat itu, Soekarno tidak bisa berbuat banyak, sementara Soeharto memiliki kekuasaan yang semakin besar. Hingga akhirnya tahta kepemimpinan presiden diserahkan kepada Soeharto.

Itu dia sejarah dari supersemar serta isinya yang kontroversial. (*)