Di area pembangunan yang sedang berjalan, puluhan pekerja nampak masih sibuk beraktivitas. Sebagian pekerja lalu lalang di sekitar bawah tower, ada juga yang tampak sibuk bekerja di ketinggian. Crane dan alat berat juga terlihat masih beroperasi di area proyek.
Jawa Pos sempat bertemu dengan Chris, salah satu pekerja dari sub-kontraktor yang mengerjakan proyek Meikarta. Chris dan rekan-rekan pejerja lain mengaku sudah mendengar kabar kasus OTT oleh KPK yang melibatkan Meikarta.
Namun Chris mengaku bahwa tak ada instruksi dari Lippo untuk memberhentikan ataupun mengurangi intensitas pembangunan. “April lalu memang sempat stop. Katanya ada sedikit perubahan schedule dari Lippo. Lepas bulan Mei pembangunan jalan lagi,” ujarnya.
Sejauh yang diketahui Chris, tak ada satu pun bagian proyek Meikarta yang sedang berjalan, yang disegel maupun di-stop. Bahkan beberapa tower dia sebut sudah memasuki tahap topping-off. “Kami jalan sesuai intruksi Lippo saja. Kalau tidak ada perintah apa-apa ya kami jalan sesuai kontrak,” tambah Chris.
Pantauan Jawa Pos berlanjut ke kantor marketing gallery Meikarta yang terletak tak jauh dari area proyek. Waktu menujukkan pukul 14.00 WIB, suasana kantor tempat transaksi penjualan unit Meikarta tersebut tampak lengang.
Puluhan meja informasi yang berjajar hanya disinggahi satu-dua pengunjung. Di area show unit juga terlihat sepi tak ada orang lalu lalang. “Ini karena weekday saja, kalau weekend lebih ramai,” ujar Daniel Lumbantoruan, salah satu tenaga marketing Meikarta, pada Jawa Pos.





