NASIONAL

Kualitas Udara Jabodetabek Memburuk, Jokowi Singgung Rekayasa Cuaca

×

Kualitas Udara Jabodetabek Memburuk, Jokowi Singgung Rekayasa Cuaca

Sebarkan artikel ini
Sektor transportasi penyumbang polusi udara terbesar di Jakarta. Tampak bangunan gedung pencakar langit yang blur di karena polusi udara yang mengambang -Bay Ismoyo/AFP-
Sektor transportasi penyumbang polusi udara terbesar di Jakarta. Tampak bangunan gedung pencakar langit yang blur di karena polusi udara yang mengambang -Bay Ismoyo/AFP-

“Saya kira bulan ini LRT segera dioperasionalkan, MRT juga sudah beroperasi, kemudian kereta cepat bulan depan juga sudah beroperasi dan juga percepatan elektrifikasi kendaraan umum dengan bantuan pemerintah,” ujarnya.

Bank bjb Tandamata

Sementara untuk jangka panjang, Presiden menekankan perlunya penguatan aksi mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

“Harus dilakukan pengawasan kepada sektor industri dan pembangkit listrik, terutama di sekitar Jabodetabek,” tegasnya.

Selain itu, Presiden juga menekankan pentingnya upaya edukasi terhadap seluruh komponen masyarakat. “Yang terakhir, mengedukasi publik yang seluas-luasnya,” katanya.

Adapun memburuknya kualitas udara, Jokowi mengungkapkan, situasi ini disebabkan oleh sejumlah faktor mulai dari kemarau panjang hingga emisi transportasi.

“Beberapa faktor yang menyebabkan situasi ini, antara lain kemarau panjang selama tiga bulan terakhir yang menyebabkan peningkatan konsentrasi polutan tinggi, serta pembuangan emisi dari transportasi, dan juga aktivitas industri di Jabodetabek, terutama yang menggunakan batu bara di sektor industri manufaktur,” ujarnya.(*)