NASIONAL

Kisah Dokter Cantik Amalia Usmaianti Dipedalaman Papua

×

Kisah Dokter Cantik Amalia Usmaianti Dipedalaman Papua

Sebarkan artikel ini

Dokter cantik Amalia Usmaianti membagikan kisahnya saat menandu pasien sejauh 16 KM di Pedalaman Papua pada Kamis (7/6/2018) lalu.

Sontak, warganet memviralkan status ini. Selain tersebar di media massa, di akun Facebook miliknya sendiri sudah disebarluaskan sebanyak 524 kali.

Bank bjb Tandamata

Pada statusnya itu, intinya dr.Amalia hanya menginginkan jalan di lokasi tersebut diberi aspal. Ia menginginkan aktifitas masyarakat di sana ke depan lebih mudah lagi.

Ternyata, ia tidak menyangka statusnya tersebut viral. Hal ini terlihat dari status terbarunya berikut ini:

“Ya allah, saya ga pernah minta diviralin,, cuma pengen jalan di distrik ninati di aspalin,, capek bgd dan kasihan setiap aktifitas jalan kaki,, banyak yg dikorbankan di dalam sana, dr kesehatan, pendidikan dll.. Semiga jalan di aspalin ya… Aminnn

Kisahnya Viral, Ini 8 Potret Dokter Amalia Pejuang di Pedalaman Papua,” tulis Amalia Usmaianti yang memiliki  akun Youtube dr.Amel, Kamis (21/6/2018).

Berikut isi statusnya yang viral itu:

“Perjalanan dari puskesmaa ninati menuju desa tembutka berjarak 16 km. Tujuan pusling keesokan hari, awal peejalanan tdak ada keluhan, setelh jalan 7km, pasien pusing, berputar, riw fertigo +. Saya beri terapi di tengah jalan,, pasien masih di bopong berjalan, 400 meteran jalan, pingsang, kami membuat tandu untuk mengangkat pasien, mau kembali ke puskesmas, jarak lebih jauh, dan hari mulai gelap, takut kemalaman dan bnyak ular,, jd km lanjut ke desa tembutka..

Pasien tersebut adalah bidan tim kami, yg saya rasa saya akan sebut pasien mengingat ia adalah org sakit,, saya rasa kami hanyalah perantara, agar desa tersebut dapat dilihat oleh dunia luar, bahwa masih ada tempat yg ditinggali masyarakat indonesia yg jauh dari kita, jauh dari alat komunikasi, yang belum ada listrik, sinyal radio dsb.

Banyak masyarakat sakit yg dibopong keluarganya sendiri, namun mereka tidak punya alat untuk merekam kepedihan yg mereka rasakan selama puluhan tahun, sebwlum ada tim Nusantara Sehat @nusantarasehat, yg menetap di desa tersebut, mereka memilih berobat ke papua newgini, dengan jalan kaki. Akses jalan tidak pernah ada kejelasan, masyarakat jalan berhari2 mengantar anak sekolah, masyarakat menggendong anaknya usia 17 an tahun, kakek2 dll dibawa berobat, tidak ada yg tau,, kami hanya perantara,, tdak ingin dipuji dsb, cuma ingin negara tau, disana bnyak masyarakat yg perlu diperhatiakan kehidupannya,,, set bppsdmkes jkt@kementriankesehatanRI”

“Lebih baik yg kyk gini di viralkan biar tau gmna keadaan di Indonesia dri pada memviralkan orang” yg mencari sensasi di sosmed dengan hal bodoh,” tulis Putry Selviani.

“Itu sebabnya kita masih bitih Presiden Jokowi utk membangun Papua, spy tdk jawa centris. Di jawa duit hanya di buang2 saja utk bayar gaji pegawai tetapi tetep korup,” kata Bedes Elok Paijo.

“saya bangga dgn bu dokter,,semoga dgn perjuangan ini bisa membawa berkah,,amin,,,dan pemerintah juga jangan hanya diam sj,tolong lihat kebawa bagi mana masaryakat yg hidup d daerah terpencil?,” kata Idran Mb.

(mar/pojokbogor)