Para peternak tersebut menjadi penyangga Taman Nasional Baluran bersama Pemerintah Kabupaten Situbondo. Unej bisa memberikan peran dengan membina petani agar mengembangbiakkan sapi yang merupakan persilangan antara banteng dengan sapi Bali. “Untuk persilangan ini kami bekerjasama dengan Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari,” jelasnya.
Program persilangan tersebut sekaligus mendukung program sapi Jawa Bali Banteng atau Jaliteng yang sudah dicanangkan oleh Gubernur Jawa Timur. Dia menilai, kerjasama itu sekaligus sebagai upaya menciptakan playing ground bagi para peneliti. “Apalagi mulai tahun ini Unej membuka Program Studi Peternakan yang ada di Kampus Bondowoso,” tambahnya.
Kegiatan itu juga dihadiri oleh Bupati Situbondo Dadang Wigiarto. Pemkab Situbondo telah menyiapkan lahan seluas 10 ribu hektare di daerah penyangga Taman Nasional Baluran sebagai lokasi peternakan sapi hasil persilangan banteng dengan sapi Bali. “Situbondo punya program mengembangkan usaha ternak seribu sapi yang melibatkan pondok pesantren,” jelasnya.
Untuk itulah, program itu memerlukan pendukung seperti teknologi pakan, pemanfaatan limbah kotoran sapi, serta membangun koperasi hingga pemasaran. “Kami ingin perguruan tinggi ikut mendukung program kami,” pungkasnya.
(jr/gus/ras/das/JPR)



