“Sepak bola putri masih banyak dianggap saru, tidak pantas untuk perempuan. Padahal, banyak tim sepak bola putri di luar daerah yang sudah berprestasi, seperti tim Kediri dan Blitar.
Kalau dibina secara intensif, saya yakin sepak bola putri di Jember bisa melampau prestasi tersebut. Apalagi, sekarang di sekolah-sekolah juga muncul ekstrakurikuler sepak bola putri,” pungkasnya.
(jr/lin/das/JPR)





