Ingin Puasa Arafah, Tapi Punya Utang Puasa Ramadan Buya Yahya Tegas Melarang, Begini Penjelasannya

Buya Yahya menjelaskan tentang qadha Ramadhan
Buya Yahya menjelaskan tentang qadha Ramadhan dengan ibadah sunnah di bulan Zulhijah. foto: youtube Al Bahjah Tv-Istimewa- youtube Al Bahjah Tv

JAKARTA — Terdapat puasa-puasa sunnah di bulan Zulhijah yang bisa dikerjakan umat Islam, di antaranya puasa Arafah. Buya Yahya menjelaskan, bagaimana niat qadha puasa Ramadhan digabung dengan puasa Arafah.

Menurutnya, mendahulukan yang wajib diperintahkan dibanding sunnah. Lantas, bagaimana jika masih punya utang puasa wajib, baik puasa Ramadhan maupun puasa nazar? Apakah niatnya boleh digabung?

Bacaan Lainnya

Buya Yahya menjelaskan, puasa memilik tingkatan, urutan teratas ada puasa wajib yakni puasa Ramadhan, qadha atau bayar utang puasa Ramadhan, dan puasa nazar, jika nazar terpenuhi.

“Maka di saat seseorang memiliki utang atau kewajiban puasa, maka dianjurkan untuk menyelesaikan utangnya terlebih dahulu sebelum melaksanakan puasa sunnah,” jelas Buya Yahya dikutip dari kanal youtube Al-Bahjah TV, Kamis 7 Juli 2022.

“Namun dalam membayar atau mengqadha puasa wajib, ada dua ketentuan yakni jika karena lalai atau sengaja meninggalkan maka hukumnya wajib sesegera mungkin untuk dibayar,” sambungnya.

Sedangkan dalam kondisi uzur, kata Buya Yahya, misalnya haid atau hamil dan melahirkan, dan sakit, maka waktu mengqadha lebih panjang dan sunnah dilakukan sesegera mungkin, artinya waktu qadha dapat disesuaikan dengan di waktu dengan kondisi dan situasi orang tersebut.

“Menurut jumhur ulama dan sesuai pendapat mazhab Syafii, boleh umat muslim melaksanakan puasa sunnah di bulan Zulhijah dan bayar puasa wajib atau nazar ditunda, namun yang lebih baik adalah bayar utang terlebih dahulu,” terangnya.

“Ini karena sesuai tingkatan puasa, puasa wajib pahalanya paling besar maka dahulukan bayar utang atau nazar yang bersifat wajib,” imbuhnya.

Dalam kasus tertentu, seseorang bayar utang puasa Ramadhan atau nazar bertepatan puasa Arafah di bulan Zulhijah, bagaimana niatnya?

“Anda niat bayar utang, jangan digabung niat puasa fardhu dengan puasa sunnah, sebab tidak boleh, jikalau puasa sunnah boleh digabung dengan puasa lainnya. Kalau Anda menggabung niat qadha dan puasa Arafa maka tidak sah. Anda cukup berniat puasa fardhu, qadha ramadhan atau puasa nazar,” tutur Buya Yahya.

Buya Yahya menjelaskan tentang qadha Ramadhan dengan ibadah sunnah di bulan Zulhijah.

Menurutnya, seseorang yang menunaikan puasa wajib, qadha atau nazar pahalanya lebih besar daripada puasa sunnah, termasuk puasa Arafah.

Buya Yahya menambahkan Allah yang Maha Kasih memberikan pahala berlipat, bagi orang yang mengerjakan qadha puasa atau puasa nazar yang bertepatan dengan hari puasa Arafah.

“Allah akan berikan pahala puasa nazar atau qadha plus pahala puasa Arafah karena Allah Maha Kasih. Maka berdasarkan pendapat Abu Hanifah bayarlah utang puasa dan nazar terlebih dahulu tak perlu dibarengi niat puasa sunnah, karena sudah mendapatkan pahala sunnah, itulah kemudahan syariat,” pungkas Buya Yahya.

Pos terkait