Warga Lawang Kidul Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Kamarnya

  • Whatsapp
Tim Inafis Polres Muara Enim melakukan olah TKP di kediaman korban. Foto : Ozy/Sumeks.co

RADARSUKABUMI.com – Meriza Aditama, 33, ditemukan tewas tanpa busana di kamar rumahnya, Jalan Raya Air Paku, Kelurahan Tanjung Enim Selatan, Kecamatan Lawang Kidul, Muara Enim, Sumsel, Minggu (26/4).

Korban diduga dihabisi suaminya sendiri Reno Wahyudi, 33, menggunakan tali kabel tv.

Kasat Reskrim Polres Muara Enim AKP Dwi Satya Arian, mengatakan peristiwa pembunuhan tersebut diduga karena sang suami terbakar api cemburu.

“Motif kejadian tersebut diawali dari korban curiga tersangka selingkuh dengan WIL sehingga terjadi cekcok mulut. Tersangka emosi dan menghabisi korban, dengan cara Menjerat leher korban dengan tali rafia dan kabel,” kata AKP Dwi Satya.

Menurutnya, laporan pembunuhan korban berdasarkan laporan pihak keluarga korban. Diketahui korban meninggal dunia secara tidak wajar.

“Di mana di tubuhnya didapati lebam, tanpa menggunakan busana dan seutas kabel melilit lehernya,” terang AKP Dwi.

Berdasarkan laporan tersebut, akhirnya petugas Satreskrim langsung meluncur ke TKP mengumpulkan saksi dan mamasang police line di tempat kejadian perkara di rumahnya.

Kemudian petugas lakukan interogasi kepada suaminya selama 4 jam hingga ia akhirnya mengakui telah membunuh istrinya sendiri karena cemburu.

“Pelaku mengakui telah melakukan kekerasan fisik kepada korban yang mengakibatkan korban meninggal dunia dengan cara pelaku beberapa kali memukul korban dengan tangan kosong, membenamkan wajah korban ke dalam wastafel berisi air dan menarik leher korban menggunakan tali rafia dan kabel hingga akhirnya korban meninggal dunia,” ungkapnya.

Selanjutnya, pelaku pun digiring petugas ke sel Mapolres Muara Enim untuk diproses hukum lebih lanjut. Dari pemeriksaan didapatkan keterangan tersangka menikah pertama kali dengan korban pada Januari 2007 kemudian bercerai pada Desember 2017.

Kemudian menikahi kembali korban Meriza pada Agustus 2018 dan punya 3 anak dan pelaku sering melakukan KDRT, pertengkaran dan kekerasan fisik terhadap korban. KDRT ini sudah terjadi sejak Jumat (24/4) hingga puncaknya pada Minggu (26/4) yang mengakibatkan korban meninggal.(ozi/rs)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *