Anak Buah Desi Ratnasari Diciduk Polisi, Kerap Ancam Nasabah Telat Membayar Tagihan

Polda Metro Jaya
Polisi amankan belasan tersangka kasus pinjaman online di wilayah hukum Polda Metro Jaya, Jumat (27/5). Foto: Mercurius Thomos Mone/jpnn

JAKARTA – Polisi menangkap sebelas orang tersangka kasus pinjaman online (pinjol) ilegal di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Para tersangka berperan sebagai sebagai manajer, leader, serta desk collection yang tugasnya menghubungi nasabah. Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah Lubis mengatakan kali ini banyak wanita yang ditugaskan sebagai desk collection.

Bacaan Lainnya

“Tersangka yang sudah kami tampilkan di depan kali ini lebih banyak wanita, mereka tugasnya sebagai desk collection,” tutur Aulia di Polda Metro Jaya, Jumat (27/5). Para wanita penagih utang tersebut bernama Isabella Simanjuntak Jihan Nurfadilah, Anissa Rahmadini, dan Fera Indah Sari. Sedangkan leadernya, yaitu wanita bernama Desi Ratnasari Sagala.

Aulia menambahkan mereka menghubungi nasabah yang menggunakan jasa aplikasi pinjaman online. “Jadi, desk collection itu bekerja di meja saja dengan menggunakan komputer,” tutur Aulia.

Melalui komputer tersebut tersangka mengancam korban atau nasabahnya yang telat membayar tagihan.

“Dari komputer itulah mereka menagih dengan mengirimkan kata-kata tidak senonoh, pengancaman, dan lain sebagainya,” ujar Aulia. Dia menambahkan bentuk ancaman yang dilakukan tersangka tidak selamanya menggunakan kata-kata kasar. Wanita-wanita desk collection itu juga mengancam akan menyebarkan data pribadi nasabah ke seluruh kontak nasabah.

“Jadi, memang bukan berarti si wanita-wanita ini harus menelepon dan gunakan kata-kata kasar, tetapi, dengan menggunakan tulisan. Mereka mengirim data kepada para peminjam,” ungkapnya. Polisi juga turut menyita sejumlah barang bukti dalam kasus itu. Di antaranya, 16 unit handphone dari berbagai merek, enam laptop, empat kartu ATM, dan empat sim card. (mcr18/jpnn)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan