Ia mengungkapkan, pendapatan maksimal dari menyadap karet sekitar Rp 3 juta, berbeda jauh dengan kelapa sawit yang mencapai Rp 12 juta dengan perbandingan kerja yang lebih ringan.
“Kalau karet harus keliling satu-satu menyadap pohonnya, lebih capek, belum lagi kalau hujan hancur getahnya jadi air,” ucapnya.
Sebagai informasi, petani di Marangkayu umum-nya memiliki lahan sawit dan karet sekaligus sehingga apabila harga sawit tidak setinggi sekarang, kemungkinan petani akan kembali beralih menyadap karet.






