Di Facebook, akun Ayodya Jayawardana I menilai utang negara membuat ekonomi tak naik-naik. “Utang itu bukti indikasi ekonomi mulai tidak sehat,” tulis dia disamber Qafi Putra. “Singkirkan dulu tikus-tikus berdasinya dulu pak, terus susun lembaran baru dan jaga semua aset yang ada di negara ini,” katanya.
Facebooker bernama Ngalito Ngasiman tak yakin. Apalagi kita lebih suka impor ketimbang ekspor. “Apa ya memiliki untuk ekspor? Barang impor penuh di pasaran dan harga lebih murah. Juga hasil invest lokal barang lebih mahal,” sebut dia. Akun Sepdi Ns menyindir.
“Tugasnya sopo pak sing nggenjot ekspor? Kalau rakyat kecil kan bisanya cuma nggenjot becak. #edisikebingungan,” tulis dia. Facebooker Hadi Jaya Narwan menimpali. “Export apa itu, yang dulu selalu swasembada beras aja sekarang justru import,” ujarnya.
Ada juga yang membela Darmin. Akun Agus Rudianto contohnya. “Saya suka dengan Pak Menko ini. Sangat menguasai bidang kerjanya, dari yang makro hingga mikro, detail dan sangat teliti dalam membuat rumusan kebijakan ekonominya,” pujinya.
Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Soetrisno Bachir optimistis pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini melampaui target pemerintah sebesar 5,4 persen. Bahkan, KEIN memprediksi ekonomi bisa tumbuh 5,7 persen hingga 6 persen di tahun ini.(rmol)



