Geger, Imam Mahdi Muncul di Riau, Punya 7 Istri Akhirnya Ditangkap

Pria mengaku Imam Mahdi
Pria mengaku Imam Mahdi ditangkap di Pekanbaru Riau (ist)

PEKANBARU — Polda Riau mengamankan seorang pria berusia 32 tahun yang mengaku sebagai Imam Mahdi. Anehnya meski punya istri 7 orang, Imam Mahdi gadungan ini punya banyak pengikut.

Imam Mahdi gadungan ini diduga melakukan sejumlah kejahatan tindak pidana, penistaan agama, penyebaran berita bohong, pelecehan terhadap anak hingga penyalahgunaan narkoba.

Bacaan Lainnya

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto membenarkan penangkapan Imam Mahdi gadungan tersebut. Diamankan di sebuah sekolah swasta oleh Ditreskrimum pada 6 September 2022 di daerah Tiga Juhar, perbatasan Sumatera Utara dengan Provinsi Aceh.

Saat ini Kepolisian melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) tengah melakukan pendalaman terhadap kasus dimaksud.

Lebih jauh diceritakan dia, penangkapan pria bernama asli WAM (32) tersebut, berawal dari laporan sang istri yang sudah tidak dinafkahi selama tiga tahun. Laporan pertama kali dibuat di Polres Kampar.

Dilakukan pengembangan dan didapat informasi mengenai aktivitas yang dilakukan WAM. “Dari laporan itu kemudian tim bergerak menuju sebuah sekolah swasta, di daerah Tiga Juhar tersebut, tempat WAM tinggal. Dan disana langsung diamankan,” sebut Kabid Humas.

Selanjutnya, penyidik melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Termasuk orangtua sang istri. Dari pengakuan orang tua korban dan saksi lain diketahui bahwa WAM mengaku merupakan seorang Imam Mahdi dan memiliki banyak pengikut.

“Pengakuan saksi, WAM ini bisa menyembuhkan berbagai penyakit dan juga merupakan orang yang terpilih untuk membawa keselamatan,” terang Kombes Sunarto.

Diapun meminta kepada para jamaahnya untuk memberikan seorang anak gadis untuk dinikahi. Beberapa jamaah menuruti permintaan WAM. Termasuk juga orang tua dari istri WAM yang melapor ke Polisi. Dimana, pernikahan diadakan dengan cara ditentukan sendiri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.