Seminggu sebelum tampil, anggota sanggar diberi materi tentang pergelaran wayang kulit selama delapan jam nonstop.
“Kita latihan mulai jam 08.00 sampai jam 16.00. Istirahatnya, hanya jeda saat waktu salat dan makan saja,” tutur Doni.
Banyak suka duka saat persiapan lomba yang kurang lebih hanya sebulan. Sukanya adalah saat latihan harus menentukan materi yang akan dibawakan dalam festival bergengsi itu.
Setelah materinya terpilih, Doni bersama tim sekolahnya latihan penggarapan materi sajian.
Mereka juga berkreasi catur dan dramatisasinya. Terutama, sabetan wayang bagi sang dalang. Harus mantap. Dan yang terpenting adalah sinkronisasi di antara dalang, wayang, sabetan, serta iringan gamelannya harus kompak.
“Semua anggota tim harus kompak dan harmonis. Dan itu bagian yang tersulit,” beber dalang cilik yang sedikit pemalu ini.



