Dari beberapa penampil yang sudah berlaga di panggung, keringat dingin pun terasa keluar dari pori-pori kulitnya. Bukan karena materi lakon atau sabetan wayangnya kalah dari peserta lain, akan tetapi Doni merasa pita suara para dalang cilik yang menjadi rivalnya sudah pecah.
“Vokal suara mereka saya dengar kok seperti sudah besar, layaknya dalang senior,” ujar dalang remaja ini mengenang suasana jelang timnya tampil tersebut.
Sementara pita suara dirinya sendiri, Doni merasa belum pecah. Cengkok vokalnya pun dirasa masih kecil, layaknya remaja seusia SMP.
“Suara saya masih kecil, sementara yang lainya suaranya sudah besar dan mantap,” akunya ketika ditemui Jawa Pos Radar Kediri di ruang kepala SMPN 8 Kediri, Sabtu (14/4) lalu.
Kepada wartawan koran ini, Doni lantas menceritakan, perjuangannya dan juga teman-temanya yang tergabung dalam Sanggar Gumilang yang ada di sekolahnya.
Sebelum mengikuti Festival Dalang Bocah 2018 di Surabaya ini, Doni dan kru sanggar lainya harus menjalani latihan intensif. Mereka digembleng selama satu bulan penuh.



