Masduki mengatakan, Ma’ruf Amin akan terus bekerja sesuai dengan tugasnya dan urusan penilaian ada di tangan Yang Mahakuasa. Soal sikap kritis mahasiswa yang belakangan bermunculan dan menyasar petinggi negara, Masduki mengatakan tidak perlu dipersoalkan. ’’Kita juga pernah menjadi mahasiswa. Salah satu (ciri mahasiswa, Red) daya kritisnya. Kritik terhadap keadaan itu syarat mahasiswa dengan independensinya,’’ tuturnya.
Meski begitu, Masduki menyampaikan klarifikasi bahwa tidak benar Ma’ruf disebut tidak bekerja. Dia menegaskan bahwa tugas wakil presiden, bahkan presiden, itu bukan eksekutor sebuah kebijakan. Urusan eksekutor atau pelaksana kebijakan ada di kementerian dan lembaga.
’’Wapres sebagai koordinasi tugas presiden yang dilimpahkan ke Wapres,’’ jelasnya. Dia mengungkapkan, Ma’ruf memiliki beberapa pendirian. Di antaranya, ketika suatu urusan sudah disampaikan presiden, menteri, atau kepala lembaga, sudah cukup tidak perlu diomongkan lagi olehnya.






