JAKARTA – Forum Silaturahmi Pemuda Islam (FSPI) mengecam keras tindakan pembubaran dan gangguan terhadap kegiatan dialog publik bertema Pancasila di Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin (15/6/2026). Dialog tersebut menghadirkan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.
Koordinator Presidium FSPI, Zuhelmi Tanjung, menilai peristiwa itu sebagai bentuk anarkisme akademik yang mencederai marwah kampus. “Perbedaan pendapat adalah hal wajar dalam dunia akademik. Namun ketika forum diskusi dibungkam, diintimidasi, atau diganggu, maka yang terjadi bukan lagi kritik akademik, melainkan anarkisme akademik,” tegasnya dalam keterangan tertulis, Rabu (17/6).
Zuhelmi menekankan bahwa kampus seharusnya menjadi ruang pertemuan gagasan yang diselesaikan melalui argumentasi ilmiah, bukan tekanan massa. Ia juga menilai tindakan tersebut bertentangan dengan Pasal 28E UUD 1945 yang menjamin kebebasan berpendapat, serta prinsip kebebasan akademik dalam UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.
“Yang lebih memprihatinkan, forum yang diganggu justru membahas Pancasila sebagai dasar negara. Pancasila mengajarkan musyawarah, penghormatan terhadap perbedaan, dan persatuan. Menghalangi dialog tentang Pancasila jelas bertolak belakang dengan nilai-nilai yang sedang didiskusikan,” ujarnya.





