“Danone Aqua berkomitmen untuk terus berinovasi dalam pelestarian lingkungan. Salah satunya dengan melakukan monitoring penanaman pohon secara online. Danone Aqua meyakini bahwa pelestarian lingkungan adalah menjadi tanggung jawab bersama demi kelangsungan hidup generasi sekarang dan masa depan. Hal ini juga sejalan dengan komitmen Danone, yakni One Planet One Health”,” ujar Karyanto, Sabtu (9/12).
Dia menambahkan, dukungan pemangku kepentingan juga menjadi faktor utama keberhasilan penanaman pohon dan monitoring yang dilakukan oleh Danone-Aqua.
Karyanto berharap masyarakat berpartisipasi dengan merawat dan menjaga pohon itu agar terus tumbuh dengan baik.
Selama ini, Danone Aqua bekerja sama dengn lembaga swadaya masyarakat (LSM) lokal dan nasional untuk melakukan pendampingan terhadap masyarakat.
Kebutuhan ekonomi masyarakat harus dipenuhi agar mau berpartsipasi merawat dan menjaga pohon secara sukarela.
Oleh karena itu, Danone Aqua memfasilitasi masyarakat untuk mendapatkan modal seperti hewan ternak dan bibit pohon untuk dipelihara dan dikembangkan sebagai mata pencaharian.
Selain memfasilitasi masyarakat melalui instrumen ekonomi, Danone-AQUA bersama mitra LSM juga mendorong warga membentuk organisasi pengelola hutan.
Karyanto menjelaskan, pada 2014 lalu, Danone Aqua telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan KLHK terkait komitmen menanam 1,2 juta pohon hingga 2021.
MoU ini kemudian diturunkan dalam kerja sama dengan Balai Pengendalian Daerah Aliran Sungai (BPDAS) di 19 lokasi Aqua di Sumatera, Jawa, Bali dan Sulawesi.
“Kami berkomitmen mengimplementasikan MOU tersebut. Sejak 2015, kami mulai menerapkan model tanam pohon seratus persen tumbuh dan melengkapinya dengan pemetaan, barcoding dan monitoring berbasis database online,” ujar Karyanto.
Menurut dia, hal itu efektif untuk menentukan perlunya penyulaman tanaman di lokasi tertentu dan melihat pertumbuhannya.
“Hingga saat ini, lebih dari 2,4 juta pohon termonitor tumbuh dan dapat dipantau lokasi, jenis pohon, usia tanam, dan koordinat titiknya,” kata Karyanto.
Selain penanaman pohon, kegiatan konservasi yang dilakukan Danone Aqua meliputi pembuatan lubang biopori, pembangunan embung, dan pembangunan sumur resapan.
Saat ini, Danone Aqua telah membuat 33.448 lubang biopori, 16 embung untuk tangkapan air hujan, dan 913 sumur resapan.
Selain itu, Danone Aqua juga mengembangkan beberapa model konservasi yang inovatif.
Di antaranya, Program Hutan Asuh dan Agro Forestry di lereng Gunung Arjuno, Model Konservasi Pancawati di Ciherang, Bogor, dan Agro-Forestry di Cidahu, Mekarsari.
Khusus untuk Mekarsari Sukabumi, tepatnya di sub DAS Citatih, saat ini tengah dilakukan pemodelan soil water analysis tools (SWAT) untuk mengetahui berapa banyak air yang telah dimasukkan ke dalam ekosistem melalui kegiatan konservasi.
“Aqua juga tergabung di Gerakan Rejoso Kita, yang baru-baru ini mengenalkan lelang konservasi sebagai skema baru imbal jasa lingkungan (payment for environmental services) dengan melibatkan ratusan petani di wilayah hulu dan tengah dari DAS Rejoso,” ujar Karyanto. (jos/jpnn)





