“Jadi kunci terbuka atau tidaknya haji di 1443 H ini tergantung kita dari bisa melaksanakan ibadah umrah ini dengan baik,” katanya.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini berharap, kedepannya tidak ada lagi kasus-kasus yang dapat membuat Arab Saudi menutup kembali pintu pelaksanaan ibadah haji tahun 2022 mendatang.
“Artinya tidak ada lagi kasus-kasus yang sudah ada dahulu. Misalnya ada PCR bodong jadi kaya begitu tidak boleh ada lagi. Kalau itu ada, harapan kita semua, harapan semua muslim untuk bisa berangkat haji mohon maaf akan semakin berat,” tandasnya.






