Bima Arya mengatakan siaga 1 di Bendungan Katulampa terjadi akibat tingginya intensitas curah hujan yang lebat di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor.
“Kalau Katulampa siaga 1 ini hal yang serius. Karena saat siaga 1 biasanya 12 kelurahan yang dilintasi Sungai Ciliwung dari Bogor menujur Jakarta biasanya berpotensi tinggi banjir,” ujarnya.
Kendati demikian, saat ini status Bendung Katulampa sudah turun ke siaga 3, setelah status siaga 1 bertahan selama satu jam. Meski begitu, apabila Bendung Katulampa sudah menyentuh siaga 1, ditambah bertahan selama satu jam dan curah hujan merata terjadi di beberapa wilayah, maka ini akan berdampak ke DKI Jakarta. (mar7/jpnn)






