Masih dikatakan Kamaruddin, dirut BUMN itu dalam perjalanannya memacari banyak wanita. “Dalam rangka mempersiapkan capres ini, seorang dirut BUMN mengelola Rp 300 triliun, disuruh atau atas inisiatif sendiri, memacari berbagai wanita,” beber Kamaruddin.
Para wanita, sambung Kamaruddin, ditempatkan di apartemen dan ada yang menempati apartemen bintang 7. Lebih lanjut Kamaruddin mengungkapkan, para wanita atau istri simpanan itu diberikan uang untuk investasi. Nah, dari investasi ini dirut BUMN dan teman wanitanya mendapatkan cashback.
Cashback yang dimaksud yaitu sebuah hadiah uang tunai yang diberikan oleh suatu perusahaan setelah seseorang melakukan pembelian barang atau jasa di perusahaan tersebut.
“Wanita-wanita ini dititipi uang dengan cara uang Rp 300 triliun ini diinvestasikan, lalu ada cash back,” katanya.
“Cashback ini diinvestasikan sama perempuan-perempuan ini, yang tidak dinikahi secara resmi. Hanya secara gaib dinikahinya,” terang Kamaruddin menambahkan.“Ajaibnya, wanita-wanita ini bisa transaksi Rp 200 juta per hari. Entah uang dari mana,” imbuhnya.
Bahkan Kamaruddin menyebut nama istri dirut BUMN tersebut berinisial RI.(*)






