”Cara pandangnya harus membuat aset ini tidak berkurang nilainya,” paparnya. Maka, kapal tersebut diserahkan ke KK agar bisa segera dikelola dan dipergunakan dengan baik.
Apalagi, dalam mendapatkan kapal tersebut untuk disita memerlukan perjuangan panjang. ”Perlu kerja keras untuk bisa menyita,” ujarnya.
Sementara Menteri KKP Susi Pudjiastuti menjelaskan bahwa kapal tersebut rencananya akan dibawa keliling Indonesia. Harapannya, masyarakat bsia mengetahui sebesar apa kapal yang melakukan pencurian ikan. ”Ini kapal yang sangat besar,” jelasnya.
Kapal sebesar ini disita tentu juga menjadi peringatan untuk nelayan asing. Jangan sampai mencuri di lautan Indonesia.
”Kami berjuang untuk menghentikan pencurian ikan semacam ini,” tegasnya.
Namun, bukan hanya itu, kapal tersebut juga diupayakan untuk bisa membantu daera-daerah terpencil. Khususnya untuk mendistribusikan ikan dari daerah terpencil tersebut.
”Paling utama untuk membantu nelayan,” paparnya. Dia menyebutkan bahwa sebelum bisa membantu nelayan, kapal perlu untuk diperbaiki terlebih dahulu.
Hal itu dikarenakan kapal sudah hampir empat tahun tidak beroperasi karena ada proses hukum yang harus ditunggu. ”Perlu dicek dulu,” tuturnya.
(idr)



