“Ini semua dimaksud agar masyarakat bisa melaksanakan mudik dengan aman dan lancar,” ujarnya.
Lebih lanjut, jenderal bintang empat itu juga mengungkapkan bahwa puncak arus mudik diprediksi terjadi antara tanggal 28–30 Maret 2025, sedangkan puncak arus balik pada tanggal 5–7 April 2025.
Nantinya, kata dia, ribuan posko akan disiagakan guna mengamankan kegiatan mobilitas masyarakat selama masa libur lebaran.
“Secara umum tadi dilaporkan bahwa kegiatan pengamanan kami kali ini melibatkan kurang lebih 2.582 posko terdiri atas 1.738 pospam (posko pengamanan), 788 posyan (posko pelayanan), dan 309 pos terpadu serta mengamankan 126.736 objek pengamanan,” terangnya.(*)






