Pemotretan udara dan pengukuran lapangan telah dilakukan untuk mengidentifikasi struktur geologi akibat gempa pada bedrock dan batuan permukaan.
Badan Geologi mengungkapkan kerusakan paling parah terjadi di Kampung Babakan Hurip. Lokasi perkampungan itu dekat dengan Sungai Cipeles.
Para penyelidik kebumian yang melakukan observasi lapangan berhasil menemukan beberapa bukti patahan, baik itu patahan tua dan patahan muda yang terjadi akibat gempa bumi.(*)






