Sementara itu, Ms. Sujala Pant, Deputy Resident Representative UNDP Indonesia, menyoroti kuatnya kolaborasi ilmiah dalam proses penyusunan profil. “Upaya ini melibatkan 98 pakar dari 35 institusi akademik dan riset di seluruh ASEAN dan Timor-Leste. Jejaring ini akan terus mendukung agenda ACTF-BE ke depan,” jelasnya.
Selama dua hari, peserta berdiskusi intensif mengenai integrasi data, metode valuasi, dan kerangka pembiayaan agar profil yang dihasilkan menjadi alat praktis bagi pengambil kebijakan di tingkat nasional dan regional.
ABCFP merupakan bagian dari inisiatif Japan–ASEAN Blue Economy Cooperation, yang bertujuan memperkuat kolaborasi regional, memperluas solusi iklim berbasis alam, serta mendukung ekonomi biru yang tangguh dan inklusif di kawasan.(**)






