Dalam insiden tersebut dua rekan Sahdi yakni satu orang sipil berinisial SM dan MS ikut menjadi korban. Saat ini SM dan MS dalam kondisi kritis dan mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Atmajaya, Jakarta Utara.
Insiden pengeroyokan itu berawal sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, korban bersama dua rekannya pulang dari Royal menuju Taman Waduk Pluit, Jakarta Utara. Salah satu rekannya meminta berhenti untuk buang air kecil. Usai rekannya buang air kecil yang juga merupakan seorang saksi atas insiden tersebut langsung melihat korban dalam keadaan tersungkur berlumuran darah.
Saat kejadian tersebut, rekannya itu mendengar teriakan ‘makssar, saya makssar’. Ia juga sempat melihat sekolompok orang tak dikenal melarikan diri usai rekannya berlumuran darah. Korban sempat dibawa ke rumah sakit, namun nyawa seorang anggota TNI tersebut tak bisa diselamatkan. (fir/pojoksatu)






