Lucky juga mendesak Aqua untuk memberikan penjelasan rinci tentang insiden ini, termasuk apakah ada prosedur (SOP) yang terlewat selama proses pengemasan dan distribusi hingga jentik hitam muncul dalam galon air tersegel. Dia juga tetap membuka diri, siap menerima kunjungan dari perwakilan Aqua untuk memeriksa galon tersebut dan memberikan penjelasan mendalam, namun ia menegaskan bahwa produk tersebut sebaiknya tidak hanya ditarik atau diganti.
Lucky menjelaskan bahwa videonya tidak dimaksudkan untuk merusak reputasi Aqua. Dia percaya Aqua, yang dikenal dengan kualitas air minumnya, bisa memberikan solusi yang konstruktif terkait masalah ini.
“Saya jujur dan transparan. Saya tidak ada niat untuk merusak merek. Sebagai pelanggan lama, saya tidak mendapatkan apa-apa dari ini,” tegas Lucky.
Dia juga menyebut bahwa videonya untuk pendidikan masyarakat, agar konsumen agar lebih berhati-hati saat membeli produk kemasan, teliti dalam memeriksa produk sebelum membeli untuk menghindari keluhan di masa mendatang.
“Sangat wajar bagi konsumen untuk mengeluh, tetapi video tersebut benar-benar untuk edukasi publik,” pungkasnya.(*)





