Sementara itu, Lurah Jayaraksa, Hildania Nurdiati menyambut baik pelatihan ini sebagai upaya edukatif dan preventif yang sangat dibutuhkan di tingkat akar rumput. Menurutnya, bimtek ini tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis, tapi juga pelatihan praktis seperti deteksi dini stunting, penanganan gizi buruk, serta pendekatan komunikasi yang efektif kepada masyarakat.
“Kami juga merancang keterlibatan aktif Posyandu Remaja agar kesadaran akan pentingnya kesehatan dimulai sejak dini. Ini adalah investasi jangka panjang untuk membentuk generasi bebas stunting,” tuturnya.
Dengan pelatihan ini, diharapkan para kader mampu menjadi penyambung informasi yang kuat antara program pemerintah dan kebutuhan masyarakat. “Gerakan pencegahan stunting pun bisa lebih cepat dan tepat, dimulai dari lingkup keluarga hingga komunitas kelurahan,” tukasnya. (bam/d)






