SUKABUMI – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat, menegaskan bahwa konsep sekolah favorit dan non-favorit sudah tidak relevan lagi. Seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta, memiliki standar kualitas pendidikan yang setara dan wajib memberikan layanan yang berkualitas di semua jenjang.
“Tidak ada lagi istilah sekolah favorit. Semua sekolah harus berkualitas. Kami arahkan tenaga pendidik di SD dan SMP untuk terus meningkatkan kompetensi melalui pelatihan,” ujar Punjul usai menghadiri kegiatan di Gedung Juang 45, Senin (14/7).
Disdikbud akan melakukan evaluasi menyeluruh pasca pelaksanaan Sistem Penerimaan Siswa Baru (SPMB) untuk memastikan tidak ada anak usia sekolah yang tertinggal. Bahkan, data dari Kemendikbud terkait siswa putus sekolah telah ditindaklanjuti dengan verifikasi langsung di lapangan. “Banyak anak yang dinyatakan tidak sekolah ternyata belajar di lembaga berbasis Kementerian Agama,” paparnya.
Perbedaan sistem pendataan antara Dapodik (Kemendikbud) dan EMIS (Kemenag) disebut sebagai pemicu data tidak sinkron. Untuk itu, Disdikbud menyediakan jalur pendidikan alternatif seperti Paket A, B, C, dan homeschooling bagi anak-anak yang berisiko putus sekolah.
“Sesuai arahan Wali Kota, tidak boleh ada anak di Kota Sukabumi yang putus sekolah,” tegas Punjul.






