RADARSUKABUMI.com, SUKABUMI – Sejumlah pedagang barang elektronik di Kota Sukabumi, Jawa Barat keluhkan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang telah mencapai angka 15 ribu. Walhasil, harga-harga barang elektronik pun terpaksa naik.
Rudi Eriyanto, salah seorang pemilik toko komputer Ziro Computer mengatakan, kenaikan harga peralatan komputer yang dia jual sekira 20 persen pasca rupiah melemah.
“Lumayan sih kenaikannya cukup tinggi seperti untuk Ram komputer aja awalnya kita jual Rp570 ribu sekarang Rp750 ribu,” kata Rudi kepada Radarsukabumi.com, Kamis (6/9/2018).
Menurutnya, mayoritas barang-barang elektronik seperti perlengkapan komputer ini merupakan barang impor sehingga pasti sangat dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah. Saat disinggung soal penjualan, Rudi mengaku belum ada pengaruh terhadap omzet penjualannya.
“Masih sama aja, kalau jual barang elektronik kadang rame kadang juga sepi, tetapi sejauh ini masih stabil, karena mungkin orang butuh jadi tidak peduli soal harga,” ucapnya.
“Tapi barang saat ini masih stok lama, jadi tidak terlalu signifikan,” imbuhnya.
Selain komputer, pedagang Handphone di Sukabumi juga gusar akibat nilai tukar rupiah yang kian melemah. Pasalnya, selain berdampak pada harga jual yang tinggi, juga berdampak pada penjualan sepi pembeli pasca-melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar.
Salah satu pedagang Handphone di Kota Sukabumi, Budi mengaku sudah beberapa hari ini terjadi penurunan pembeli hingga 50 persen. “Kemarin-kemarin kita bisa menjual hingga 10 unit Hp sekarang paling 3-5 HP terjual,” ujarnya.
Hingga saat ini, Budi mengaku belum menaikan harga jual lantaran masih menyimpan barang stok lama sehingga belum berani untuk menaikan harga.
“Karena sebelumnya sudah dikasih tahu mau ada kenaikan harga, makanya simpan stok banyak, tetapi ini stok lama sudah mulai berkurang jadi kemungkinan nanti ada kenaikan harga kalau sekarang masih harga lama,” pungkasnya sembari berharap agar rupiah bisa kembali cepat menguat.
(wdy/izo)





