“Wakaf kami jadikan instrumen penggerak ekonomi sosial masyarakat,” kata Ayep.
Melalui obligasi wakaf tanpa bunga, hasilnya dimanfaatkan untuk pendidikan, kesehatan, penanggulangan stunting, dan pemberdayaan ekonomi warga. Total aset wakaf di Kota Sukabumi telah mencapai Rp1,8 miliar, yang dikelola secara strategis untuk menekan kemiskinan dan memperkuat kesejahteraan masyarakat. “Kami ingin agar inovasi daerah dikenal luas dan berdampak nyata bagi masyarakat,” pungkas Ayep.(bam/d)




