Program Kemandirian Lapas Sukabumi Lesu, Terdampak PPKM

  • Whatsapp
Lapas Kelas IIB Sukabumi
Sejumlah warga binaan Lapas Kelas IIB Sukabumi saat mengikuti pembinaan kemandirian

SUKABUMI — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi menyebutkan, selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat, hampir semua program pembinaan kemandirian terhambat. Bagai mana tidak dalam kondisi seperti ini, tingkat penjualan hasil karya para warga binaan pemasyarakatan (WBP) mengalami penurunan.

Kepala Lapas Sukabumi Christo Victor Nixon Toar mengatakan, sejauh ini Lapas memiliki beberapa program unggulan pembinaan kemandirian seperti, menjahit, pengembangan hidroponik, pembuatan keset, mebeler, ternak cupang dan tata boga.

“Ya, memang selama PPKM program kemandirian ini aga terhambat mulai dari pemesanan barang hingga penjualan. Meski demikian, ada beberapa program yang masih tetap berjalan misalnya saja pengembangan hidroponik dan tata boga,” kata Christo kepada Radar Sukabumi, Selasa (2/8).

Kendati demikian, lanjut Christo, para warga binaan saat ini masih tetap melakukan produksi dengan jumlah yang sesuai dengan permintaan para konsumen. “Biasanya, kami rutin melakukan pembinaan kemandirian dengan bekerjasama dengan dinas terkait seperti Disnakertrans dan pihak lainnya.

Hal ini, untuk meningkatkan keahlian para warga binaan,” ujarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *