PMI Bangun Dua Rumah Aman Gempa di Baros

  • Whatsapp
PAPARAN : Pemaparan terkait Rumah Aman Gempa dengan menerapkan konstruksi retrofitting yang diinisasi oleh PMI Kota Sukabumi di Bounty Hotel, Kamis (26/11). FOTO: FAWZY / RADAR SUKABUMI

SUKABUMI – Palang Merah Indonesia Kota Sukabumi menggelar Rapat Kerja Kemitraan Bidang Pengembangan Sumber Daya dan Kerjasama Program Kesiapsiagaan Gempa Bumi di Bounty Hotel Sukabumi, Kamis (26/11). Rapat kerja ini sebagai penguatan mengenai program Rumah aman Gempa yang pilot project-nya di Kelurahan Baros.

Kegiatan yang melibatkan pihak terkait seperti USAID, American Red Cross, serta BPBD Kota Sukabumi, turut mengundang Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Sukabumi, Cecep Mansur mewakili Wali Kota Sukabumi.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Cecep mengatakan, Pemerintah Kota Sukabumi mengajak pihak pengusaha, donatur dan lainnya untuk bisa memberikan kontribusi terhadap program Rumah Aman Gempa. “Yang pertama kita punya pilot project dua unit Rumah Tahan Gempa dengan syarat harus milik pribadi. Dan rumah tersebut akan dijadikan pilot project di Kota Sukabumi yang terpilih dengan menggunakan sumber dana American Red Cross,” kata Cecep Mansur kepada Radar Sukabumi.

Dengan adanya program ini, atas nama pemerintah kota, Cecep berharap semua pihak mengetahui dan memahami kondisi rawan bencana berikut upaya mitigasi. Sebab bicara terkait bencana merupakan sesuatu yang tak dapat diprediksi. “Jadi ada dua bencana, bencana alam dan bencana non alam.

Bencana non alam itu seperti pandemi Covid-19 ini. Nah ini tidak dapat kita duga dan prediksi. Pemerintah memang sudah menyiapkan anggaran, tapi jika terjadi yang tidak diduga, inilah dibutuhkannya kerjasama dan keterlibatan para pengusaha, perbankan, donatur dan pihak lainnya,” papar Cecep.

Sementara itu, Ketua PMI Kota Sukabumi drh Suranto Sumowiryo mengatakan, Kota Sukabumi merupakan satu dari dua daerah di Indonesia yang terpilih sebagai pilot project pembangunan Rumah Tahan Gempa selain Kabupaten Banyuwangi. “Tentu hal ini harus kita sambut dengan positif dan semangat. Sehingga itu kita perlukan kerjasama dengan banyak unsur untuk mendukung program ini,” ujar Suranto.

Dalam teknisnya, Rumah Tahan Gempa akan menerapkan teknik konstruksi retrofitting atau penguatan. Secara konstruksi, Rumah Tahan Gempa berbeda dengan rumah pada umumnya. Seperti dari segi bahan, ukuran, rangka bahkan kemiringan. Suranto menjelaskan bahwa Rumah Tahan Gempa ini telah diuji coba di Jepang.

“Retrofitting sudah disimulasikan. Jadi pada prinsipnya, Rumah Tahan Gempa itu boleh saja rusak, tapi potensinya untuk roboh itu minim. Selain bicara tentang teknik konstruksi retrofitting, di sini pun kita melakukan edukasi kepada tukang dan warga yang daerahnya dipilih sebagai pilot project,” beber Suranto.

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *