Sedangkan untuk mengambil unit di Pasar Modern Pelita bagi kami masyarakat menengah ke bawah masih terlalu berat,” ujar Deden Rustana pedagang yang menjual pakaian wanita.
Warga Citamiang, Kota Sukabumi ini pun berharap ke pengelola Pasar Modern Pelita melalui Pemkot Sukabumi untuk memberikan kebijakan meringankan para PKL.
“Sebenarnya kalau keinginan masuk ke Pasar Modern Pelita ada, tapi bagaimana terkait dengan uang muka. Seandainya uang mukanya murah mungkin akan kita usahakan,” harapnya.
Sementara itu hal yang sama diungkapkan pedagang kaos Kaki, Asep. Ia mengaku sudah memiliki satu stand di blok A, namun lapak miliknya yang berjarak tidak lebih 100 meter dari pintu masuk pasar Modern Pelita, terkesan lebih membawa hoki.
“Kondisi penjualan saat ini masih lesu, omzet per hari turun drastis hingga 70 persen. Bila kondisi ramai bisa mendapatkan sekira Rp 1 juta per hari, apabila sepi tidak lebih dari Rp 300 ribu,”pungkasnya. (bal)






