SUKABUMI – Pemerintah Kota Sukabumi terus menunjukkan keseriusannya dalam mempercepat penurunan angka stunting melalui kolaborasi lintas sektor. Komitmen tersebut diwujudkan dalam kegiatan Sinergitas dan Kolaborasi Dinas Kesehatan bersama TP PKK Kota Sukabumi sekaligus Graduasi Stunting yang digelar di Puskesmas Sukakarya, Kecamatan Warudoyong.
Kegiatan ini menjadi momentum penting penguatan peran bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal sejak masa kehamilan. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Kota Sukabumi Ranty Rachmatillah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Camat Warudoyong, Lurah Sukakarya, Kepala UPTD Puskesmas Sukakarya, serta ibu hamil, balita, dan orang tua balita.
“Sebagai bentuk dukungan nyata pemenuhan gizi, Pemkot Sukabumi menyalurkan bantuan pangan berupa telur kepada 11 balita dan 5 ibu hamil. Masing-masing penerima memperoleh 60 butir telur yang diharapkan dapat membantu meningkatkan asupan protein bagi balita serta mendukung kesehatan ibu hamil,” ungkap Ketua TP PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatillah, Selasa (10/2).
Ia menegaskan, kegiatan graduasi stunting bukan sekadar seremoni, melainkan ikhtiar bersama untuk melahirkan generasi Kota Sukabumi yang sehat, kuat, dan berkualitas. “Program ini bukan hanya tentang pembagian telur, tetapi pesan bahwa ibu hamil dan anak-anak tidak berjuang sendiri. Pemerintah Kota Sukabumi hadir untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak tumbuh kembang yang optimal sejak dalam kandungan,” ujarnya.
Selain itu, gerakan Satu ASN Satu Telur menjadi simbol solidaritas aparatur sipil negara dalam mendukung pemenuhan gizi keluarga. Telur dipilih karena mudah diperoleh, terjangkau, serta kaya protein yang sangat dibutuhkan untuk mencegah stunting pada balita dan menjaga kesehatan ibu hamil serta menyusui.






