PGRI juga menyoroti lemahnya sosialisasi dari BKPSDM Kota Sukabumi terkait mekanisme pengangkatan PPPK paruh waktu. Akibatnya, sejumlah guru kehilangan peluang karena salah langkah administratif. “Ada yang daftar CPNS karena tidak tahu dampaknya. Kalau BKPSDM sosialisasi sejak awal, mereka tidak akan mendaftar. Kata orang Sunda, moal muru peusing ngalepaskeun heulang —tidak akan mengejar yang tak pasti dan melepas peluang yang jelas,” tuturnya.
PGRI mendesak BKPSDM bertanggung jawab atas lemahnya sosialisasi dan menuntut tindak lanjut konkret. “Jangan sudah berbuat tapi tidak ada tanggung jawabnya,” pungkas Roni.(bam/d)





