Petugas Lapas Sukabumi Dilatih Tangani Kebakaran dan Hewan Buas

  • Whatsapp
Lapas Kelas IIB Sukabumi
Petugas pemadam kebakaran saat melakukan simulasi pemadaman api di Lapas Kelas IIB Sukabumi, Selasa (14/9).

SUKABUMI — Sejumlah petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi, mendapatkan pelatihan pemadam api ringan dari petugas Damkar.

Hal ini, dilakukan pasca terjadinya kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang dan sebagai bentuk pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja sehingga tercipta lingkungan kerja yang aman, kondusif, sehat dan efisien dalam memberikan pelayanan prima.

Bacaan Lainnya

Kepala Lapas Sukabumi, Christo Toar mengatakan, pelatihan pemadam api ringan ini dilaksanakan bekerjasama dengan Pemadam Kebakaran Kota Sukabumi.

“Semua dilaksanakan atas perintah dan arahan dari Ka Kanwil Kemenkumham Jawa Barat,” kata Christo kepada Radar Sukabumi, Selasa (14/9).

Kegiatan ini, lanjut Christo, diselenggarakan agar seluruh petugas dapat memahami cara pengguanan alat pemadam api ringan (APAR).

Tidak hanya pelatihan, Lapas Kelas IIB Sukabumi berkoordinasi dengan PLN untuk melakukan perbaikan aliran listrik yang bisa menjadi kemungkinan kebakaran.

“Jadi bukan hanya pelatihan penggunaan APAR saja, tetapi kami juga melakukan pengecekan kemungkinan kemungkinan terjadinya kebakaran serta di latih untuk bisa menghindari serta menyelamatkan warga binaan di dalam keadaan bahaya darurat,” imbuhnya.

Selain pelatihan memadamkan api, petugas juga diberikan pelatihan bagaimana cara untuk menangkap hewan buas seperti ular dan hewan buas lainnya.

“Dengan begitu, petugas bisa mengetahui bagaimana cara menangani hewan buas ketika terdapat di lingkungan Lapas,” imbuhnya.

Menurutnya, semua pelatihan ini tidak hanya di tunjukkan untuk petugas saja namun sebagian warga binaan juga ikut diberikan materi, untuk selanjutnya diberitahukan kepada rekan mereka yang tidak mengikuti pelatihan.

“Dalam kegiatan seluruh peserta dan instruktur tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, dalam upaya meminimalisir penyebaran virus Covid-19,” pungkasnya. (bam/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *