Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, mengapresiasi langkah Al-Fath. “Ini bukan hanya pendidikan, tapi solusi nyata untuk ekonomi dan lapangan kerja,” ujarnya. Hingga kini, sebanyak 181 tenaga kerja telah diberangkatkan melalui program pesantren, termasuk ke Jeddah.
Dengan tingkat pengangguran terbuka di Kota Sukabumi masih 8,90 persen, langkah Al-Fath dinilai sebagai model inovatif. Pemerintah pun mendorong investasi, perbaikan tata ruang, serta kerja sama dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dan Lembaga Pelatihan Kerja.
Di tengah tantangan ketenagakerjaan, gebrakan Al-Fath menjadi bukti bahwa pesantren tak hanya pusat pendidikan agama, tetapi juga motor penggerak perubahan sosial dan ekonomi. “Yang penting mau belajar, disiplin, dan punya semangat. Peluang itu sangat besar,” pungkas Fajar.(bam/d)






