“Dengan raihan tersebut, prestasi tinju Kota Sukabumi sudah terlihat baik, meski bersaing dengan daerah yang roda organisasinya jauh lebih baik. Seperti, Kota Bogor, tapi kita mampu setara,” akunya.
Iwan menilai, kericuhan yang terjadi saat ini, akibat para pengurus KONI Kota Sukabumi bukan orang olahraga. “Mereka cabor apa coba? saya pernah sudah lima kali juara umum nasional membawa nama provinsi dan tujuh kali juara umum provinsi membawa nama Sukabumi,” terangnya.
Ditambahkan Iwan, selain Cabor tinju, kabarnya ada enam Cabor lain yang juga dicoret pada list kontingen Kota Sukabumi. Padahal semua Cabor tersebut lolos BK dan meraih medali.
“Berangkat dan tidaknya Cabor itu yang nentuin KONI bukan pemerintah. Saya rasa Aneh, ketika KONI tidak tahu kalau ada tujuh Cabor yang tidak diberangkatkan, padahal itukan SK dari KONI,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Olahraga Disporapar Kota Sukabumi, Caesar Anwar mengatakan untuk sementara ini Disporapar merencanakan 200 orang yang diberangkatkan, termasuk atlit, pelatih, pengurus KONI dan Disporapar.
“Yang lolos BK porda, kita minta data itu dari KONI dan memang tujuh Cabor muncul karena dengan alasan keterbatasan menyesusaikan anggaran,” ujarnya.



