Perayaan Cap Go Meh di Kota Sukabumi, Belum Pasti

Cap Go Meh Kota Sukabumi
Perayaan tahun baru imlek 2574 terlihat ramai di Vihara Widhi Sakti Sukabumi Kecamatan Warudotong

WARUDOYONG – Perayaan tahun baru Imlek di Kota Sukabumi sangat melekat dengan festival Cap Go Meh. Di mana, Cap Go Meh merupakan akhir dari rangkaian perayaan tahun baru Imlek, dilakukan tiap tanggal 15 pada bulan pertama penanggalan Tionghoa.

Perayaannya Cap Go Meh di Kota Sukabumi diawali dengan berdoa di wihara, lalu dengan iringan kenong dan simbal serta pertunjukan barongsai dan tradisional Tionghoa.

Bacaan Lainnya

Semenjak adanya Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan masyarakat (PPKM), Cap Go Meh sempat ditiadakan di Kota Sukabumi. Namun, beberapa waktu lalu presiden Joko Widodo sudah mencabut PPKM tersebut.

Pengurus Vihara Widhi Sakti Sukabumi, Leuleung mengatakan, untuk acara Cap Go Meh di Kota Sukabumi belum bisa dipastikan. Sebab, pihaknya bersama pengurus sedang melakukan koordinasi.

” Belum ada suatu keputusan, nanti kita koordinasikan dengan panitia. Nanti kalau sudah ada keputusan, kita minta perizinan kepada pemerintah,” ujarnya.

Sementara mengenai perayaan Imlek di tahun 2023 ini memang ada perbedaan dengan tahun sebelumnya. Apalagi saat ini sudah terlepas dari PPKM. ” Acara hampir sama cuman agak meriah tahun ini, selepas PPKM,” akunya.
Diketahui,

Istilah Cap Go Meh berasal dari bahasa Hokkien “Chap Goh Meh” yang berarti malam kelima belas. Isitilah ini umum digunakan oleh Tionghoa Indonesia dan Malaysia.

Perayaan Cap Go Meh telah dilakukan sejak abad ke-7 Masehi pada masa Dinasti Han di Tiongkok, terutama saat migrasi masyarakat Tionghoa ke wilayah bagian selatan Tiongkok.

Perayaan diadakan bersama oleh raja dan masyarakatnya pada malam tanggal ke-15 bulan pertama penanggalan Tionghoa.

Para petani memasang lampion berwarna warni di sekeliling ladang untuk mengusir hama dan menakuti binatang-binatang perusak tanaman serta memperindah pemandangan. Selain itu, diadakan pertunjukan musik dan barongsai untuk memeriahkan perayaan.

Setelah itu, Cap Go Meh kemudian diadakan secara turun-temurun oleh masyarakat Tionghoa yang tersebar di seluruh dunia Cap Go Meh dilakukan dengan mengadakan parade dan arak-arakan di sepanjang jalan.

Pada malam harinya, perayaaan dilanjutkan dengan mengadakan festival lampion. Dalam perayaan Cap Go Meh, pertunjukan Barongsai merupakan lambang dari kepercayaan masyarakat Tionghoa. Barongsai diyakini sebagai pertanda kesuksesan, keberuntungan dan pengusir hal-hal buruk. (cr4/t)

Pos terkait