KOTA SUKABUMI

Penyesuaian Tarif Listrik Timbulkan Pro Kontra

×

Penyesuaian Tarif Listrik Timbulkan Pro Kontra

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – Terkait kabar akan adanya penyesuaian tarif listrik baru di 2018 untuk golongan non subsidi, ternyata menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat Kota Sukabumi.

Seperti diketahui sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bakal mengubah formula tarif penyesuaian tenaga listrik pelanggan non subsidi. Mengingat faktor harga batu bara yang saat ini trennya sedang naik.

Bank bjb Tandamata

Seperti yang diungkapkan salah satu warga Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Meylani (28). Pemilik salon kecantikan wanita itu khawatir tentang adanya penyesuaian tarif baru untuk listrik. Apalagi saat ini kebutuhan untuk dapur pun sedang naik.

“Yah kalau bisa jangan dulu sekarang, apalagi untuk salon kan itu saya pakai listriknya yang 2500 Va, kadang kala baru satu minggu sudah habis atau paling cepet lima hari saya harus beli pulsa yang Rp100 ribu,” terang Meylani kepada Radar Sukabumi, kemarin(1/2).

Sementara itu, Ade salah satu pemilik tempat fotocopy juga mengaku keberatan dengan adanya kenaikan harga listrik. Karena saat ini harga-harga kebutuhan pokok pun sedang naik. “Sayan harap pemerintah bisa menaikan harga listrik secara bertahap,”tutur Ade.

Berbeda dengan keduanya, salah satu ibu rumah tangga, Rika (34) mengaku pasrah dengan rencana pemerintah menaikkan tarif listrik. Karena baginya, saat ini yang namanya tarif listrik yang dibayarnya tergolong mahal.

“Ikutin aja kebijakan pemerintah, asal memang bener aja nanti. Jangan harga sudah mahal, tetapi pelayanannya masih jelek sering mati lampu dan kadang juga matinya tiba-tiba tanpa ada pemberitahuan,” keluhnya.

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian ESDM belum bisa memastikan berapa besaran kenaikan tarif listrik nanti akan terpengaruh. Sebab, hal itu masih dihitung. Perumusan formula baru penyesuaian tarif juga mempertimbangkan kondisi keuangan perusahaan listrik pelat merah tersebut.(wdy)