Menurutnya, berdasarkan data dari Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi, pada Februari 2025, beberapa komoditas yang dominan memberikan andil menyumbang inflasi y-on-y pada Februari 2025, memang alami kenaikan harga. Diantaranya, cabai rawit merah, dari Rp80 ribu menjadi Rp90 ribu per kg, telur ayam dari Rp28 ribu menjadi Rp29 ribu per kg, bawang putih dari Rp40 ribu menjadi Rp44 ribu per kg, dan daging ayam dari Rp34ribu menjadi Rp36ribu per kg. “Data dari Diskumindag, pada Februari 2025, beberapa komoditas menunjukan alami kenaikan harga. Terutama, cabai,” bebernya.
Erni mengungkapkan, jika salah satu daerah alami deflasi, hal itu bisa saja menunjukan adanya upaya-upaya dalam menekan laju inflasi. Namun, perlu diwaspadai juga, Aku Erni, ketika deflasi itu terjadi bisa berdampak terhadap daya beli masyarakat menurun, karena jumlah uang yang beredar juga alami penurunan. “Jadi harus diperhatikan. Selain, bisa mengganggu sektor pekerjaan, deflasi juga salah satu indikasi terjadinya resesi ekonomi yang bisa mengakibatkan perputaran perekonomian yang rendah. Ini yang harus kita waspadai juga,” tutupnya. (bam/d)






