“Terminal Tipe A ini terus terlihat sepi, karena lokasi terminal yang terlalu jauh dari pusat berhentinya trayek angkot, jika terminal ini sebagai jalur melintas atau berhentinya trayek angkot maka diperkirakan tidak akan sepi seperti ini,”ujarnya.
Asep menjelaskan, selama libur Natal dan Tahun Baru 2018, frekuensi bus dan penumpang di Terminal Tipe A Kota Sukabumi hanya meningkat pada 27 Desember 2017.
“Itupun pemberangkatan penumpang hanya pada angka frekuensi 25,59 persen atau 2.433 penumpang, sementara kapasitasnya mencapai 9.506 penumpang,”paparnya.
Pada 1 Januari 2018, masih kata Asep, frekuensi pemberangkatan berada pada frekuensi 23,31persen atau 2.471 penumpang. Padahal kapasitas penumpang bisa mencapai 11.000.
“Kapasitas tersebut dilihat dari jumlah bus yang ada,”ulasnya yang juga menyebut musim libur panjang tahun baru, tidak terjadi lonjakan penumpang yang signifikan seperti tahun sebelumnya.(Cr17/t)





