KOTA SUKABUMI

Pengunjung Pemandian Air Panas Cikundul Ambyar Gara-gara Corona

×

Pengunjung Pemandian Air Panas Cikundul Ambyar Gara-gara Corona

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Jumlah pengunjung di objek wisata Tempat Pemandian Air Panas Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi menurun sejak adanya pandemi Covid-19. Tak tanggung, penurunan pun hampir mencapai 50 persen.

Dari informasi yang diperoleh Radar Sukabumi, saat ini jumlah pengunjung pada akhir pekan hanya berjumlah hanya 200 sampai 250 pengunjung. Padahal, sebelum adanya pandemi Covid-19 pengunjung setiap Sabtu dan Minggu bisa mencapai 500 orang.

Bank bjb Tandamata

“Adanya pandemi ini sangat berdampak terhadap semua sektor khususnya di tempat wisata yang biasanya pengunjung 500 orang saat ini paling banyak 250 orang,” ungkap Koordinator Pemandian Air Panas Cikundul, Asep Solih kepada Radar Sukabumi, Senin (27/7).

Lanjut Asep, objek wisata Pemandian Air Panas Cikundul mulai di buka pada 14 Juli 2020 lalu setelah adanya pencabutan penerapan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di Kota Sukabumi.

“Ya, ini masih dalam tahap uji coba pembukaan. Alhamdulillah meski belum maksimal tapi setiap minggunya selalu ada yang berkunjung. Bahkan dihari biasa saja suka ada, hanya saja jumlahnya paling banyak 60 orang,” ujarnya.

Meski sudah di buka, sambung Asep, namun pihak pengelola tetap menerapkan protokol kesehatan bagi para pengunjung misalnya saja mewajibkan menggunakan masker, cuci tangan dan jaga garak. “Selain itu, kami juga tidak memperbolehkan pengunjung yang berasal dari zona merah seperti daerah Jakarta, Bogor dan daerah lainnya demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ucapnya.

Asep menambahkan, sejauh ini tarif masuk Pemandian Air Panas Cikundul tidak ada kenaikan. Seperti, tiket masuk anak Rp 6.000, dewasa Rp 8.000, tiket kamar rendam Rp30.000 per jam maksimal tiga orang, cotage hari biasa Rp 110.000 per 12 jam dan cotage hari libur Rp 125.000 per 12 jam.

“Taripf masuk tidak ada perubahan dan tetap normal seperti sebelumnya. Kami berharap, masa pendemi Covid-19 ini segera berakhir karena sangat berdampak pada penghasilan juga,” pungkasnya. (bam/rs)