Walikota Sukabumi Tingkatkan Peranan dan Fungsi Ketua RT/RW

  • Whatsapp
Walikota sukabumi, Achmad Fahmi
Walikota sukabumi, Achmad Fahmi saat memberikan sambutan Koordinasi Kewilayahan terkait peranan dan fungsi ketua RT/RW dalam administrasi pemerintahan dan pelaksanaan P2RW digelar di Kecamatan Lembursitu, Senin (25/10).

SUKABUMI – Rapat Koordinasi Kewilayahan terkait peranan dan fungsi ketua RT/RW dalam administrasi pemerintahan dan pelaksanaan program pemberdayaan rukun warga (P2RW) digelar di Kecamatan Lembursitu, Senin (25/10).

Dalam momen tersebut Walikota Sukabumi Achmad Fahmi berharap dukungan RT/RW agar Kota Sukabumi bisa masuk ke PPKM Level 1.

Bacaan Lainnya

“Saat ini Kota Sukabumi masuk Level 2 dan direkomendasikan masuk PPKM Level 1,” ujar Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi.

Sebab meskipun saat ini masuk Level 2 masih tetap ada pembatasan-pembatasan dalam aktivitas. Mudah-mudahan dengan dukungan RT/RW dan BKM bisa masuk PPKM Level 1 sesuai dengan yang diharapkan.

Sebab kata Fahmi, pandemi berdampak pada semua sektor termasuk kesehatan, ekonomi serta berdampak pula pada perencanan pembangunan lainnya. Sehingga warga harus tetap waspada jangan sampai naik lagi ke Level 3 dan berharap masuk Level 1.

Caranya lanjut Fahmi, dengan disiplin penerapan protokol kesehatan danmengimbau di WA grup RT/RW agar gunakan masker. Selain itu dengan menggencarkan upaya vaksinasi kepada warga.

Di mana cara turun ke level 1 saat ini termasuk indikator vaksinasi harus mencapai 70 persen. Di mana berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Sukabumi sudah mencapai 84.10 persen dan hanya tinggal syarat cakupan vaksinasi lansia yang masih harus dikejar.

Sehingga ungkap Fahmi, perlu digalakan mobilisasi vaksinasi sehingga pemkot menggulirkan vaksinasi berbasis RW. Harapannya layanan ini memudahkan warga dalam mengakses layanan vaksinasi.

Dalam kesempatan itu wali kota menyampaikan da beberapa kanal dalam pembangunan yakni musrenbang mulai kelurahan, kecamatan hingga kota. Selanjutya aspirasi DPRD, dan kelurahan dan P2RW.

Khusus P2RW lanjut Fahmi, cukup efektif dalam pembangunan di wilayah. Sehingga dananya akan dinaikan minimal Rp 25 juta pada 2022. Selain itu ketua RT RW dimasukkan BPJS Ketenagakerjaan pada November 2021 dan insentif dinaikkan pada 2022 mendatang. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *