Wali Kota Sukabumi Minta Optimalisasi Pengumpulan ZIS

Walikota Sukabumi Achamd Fahmi
Walikota Sukabumi Achamd Fahmi, saat meresmikan program Baznas Kota Sukabumi tahun 2023, Rabu (18/1).

SUKABUMI – Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi mendorong Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk mengoptimalisasi pengumpulan dan pendayagunaan Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS). Pasalnya, saat ini pengumpulan zakat masih didominasi dari Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Alhamdulillah, momen ini jadi ajang penyampaian kinerja Baznas yakni capaian 2022 dan program ke depan di 2023,” ungkap Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi kepada wartawan usai menghadiri HUT ke-22 Baznas dan Penganugerahan Baznas Award yang digelar Baznas Kota Sukabumi di Gedung Pusat Kajian Islam, Rabu (18/1).

Bacaan Lainnya

Lanjut Fahmi, Baznas merupakan organisasi pemerintah non struktural tugasnya ada tiga yaitu perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian. Hal ini, karena Baznas dianggap pencapaiannya dibawah filantropi lainnya, sebab ada anggapan kurang transparan dan jarang melakukan inovasi.

“Namun saya bersyukur dalam perjalanan satu tahun lebih, capaianya meningkat baik pengumpulan maupun distibusi dan ini harus dijaga,” ujarnya.

Menurutnya, Baznas berkontribusi pada pengurangan kemiskinan dengan pendistribusian dan pendayagunaan. Selain itu, menurunkan angka stunting walaupun kota jauh di bawah rata-rata provinsi dan nasional.

“Saya ingin Baznas berikan beasiswa bagi pelajar yang konsen menghapal Alquran dan alhamdulillah didukung Baznas beasiswa penuh agar jadi hafidz,” ucapnya.

Fahmi menerangkan, keberadaan Baznas bukan hanya sekedar mengumpulan zakat tetapi melakukan pendayagunaan sehingga awalnya mustahik yang menerima menjadi memberi. Sebab itu, setiap OPD dan masjid ada UPZ.

“Hal ini dalam kerangka sosialisasikan Baznas kepada seluruh warga. Mari bersama sosialisasikan Baznas kepada warga,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Kota Sukabumi Miftah Amir menambahkan, pengumpulan zakat pada 2022 lalu tumbuh sekitar 27 persen. Di mana dari yang awalnya pengumpulan Rp 5,5 miliar menjadi Rp 6,9 miliar dan melebihi tatget Rp 6,6 miliar.

“Namun, capaian ini belum sesuai potensi Rp 46 milIiar per tahun, sehingga ke depan akan terus dimaksimalkan,” tambahnya.

Salah satunya, melalui bimtek dan pembinaan 100 UPZ DKM dan 70 OPD. Selain itu melalui edukasi rutin Baznas atau duta zakat dan pembuatan sistem aplikasi zakat Kota Sukabumi. “Kami akan terus berupaya maksimal baik dalam pengumpulan data maupun pendayagunaan,” pungkasnya. (bam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *