Wakil Walikota Sukabumi Sebut Pemerintahannya Alami Perkembangan

Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi
Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi dan Wakil Walikota Sukabumi, Andri Setiawan Hamami

CIKOLE-– Sejumlah program prioritas termasuk visi misi Walikota Sukabumi dan Wakil Walikota Sukabumi diklaim berhasil dilakukan.

Meskipun, ada beberapa sisa pekerjaan yang harus dituntaskan ditahun depan. Mengingat, masa kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi sudah memasuki usia ke lima tahun pada tahun depan.

Bacaan Lainnya

“Kepemimpinan kami menyisakan satu tahun depan lagi, makanya semua program dan visi misi ditargetkan bisa tuntas hingga satu tahun kedepan,” ujar Wakil Walikota Sukabumi Andri Setiawan Hamami, belum lama ini.

Lanjut Andri, diusia Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi yang memasuki 108 tahun, capaian kinerja makro Kota Sukabumi pada tahun 2021, dengan Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kota Sukabumi berada diangka 74,60 poin.

Nilai tersebut, tergolong mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2020 yang berada di angka 74,21.”Alhamdulillah nilai IPM Kota Sukabumi alami kenaikan.

Khsususnya pada komponen usia harapan hidup, harapan lama sekolah, serta rata-rata lama sekolah,” ujar Andri.

IPM sendiri lanjut Andri, merupakan indikator yang digunakan untuk melihat pembangunan dalam jangka panjang.

Untuk melihat kemajuan pembangunan manusia, terdapat dua aspek yang perlu diperhatikan. Yaitu, kecepatan dan status pencapaian.

Pertumbuhan nilai IPM antar waktu akan menunjukkan kecepatan pembangunan yang terjadi sebagai cerminan atas upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pembangunan manusia.

“Sementara status pencapaian IPM merefleksikan tingkatan pencapaian pembangunan manusia dalam satu periode,” ungkapnya.

Sedangkan berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, Andri meyakini jika Kota perkonomian di Kota Sukabumi akan terus tumbuh.

Meskipun Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Sukabumi mencapai 3.71, atau minus sekitar 1,49 dari target yang sudah ditentukan, namun kedepanya akan terus tumbuh. Pasalnya, Kota Sukabumi relatif dekat dengan Ibu Kota Negara (Jakarta) dan Kota Bandung, serta dekat dengan daerah tetangga, yakni Kabupaten Sukabumi dan Cianjur.

Sehingga, kata Andri, menjadi lintasan pergerakan orang dan barang dari dan ke kota-kota ataupun daerah – daerah tersebut.

Hal ini tentunya menjadi peluang untuk mengembangkan perekonomian daerah serta perekonomian masyarakat Kota Sukabumi.

Selain itu juga tambah Andri, adanya tiga infrastruktur berupa kebijakan dari pemerintah pusat. Yakni, pembangunan Tol Bocimi, bandara, dan double track rel kereta api.

Itu merupakan dukungan eksternal yang tentu saja sangat berdampak sekali. Sebab, akses menuju Kota Sukabumi akan kian terbuka dari berbagai arah dengan jenis moda transportasi darat dan udara.

Kota Sukabumi pun akan bertambah ramai, sibuk, dan dikunjungi banyak orang.

“Sehingga ke depan, Kota Sukabumi memiliki peluang untuk berperan yang lebih besar dalam memenuhi kebutuhan investasi, konsumsi, dan distribusi bagi wilayah sekitarnya,” katanya.

Begitu juga, dalam kerangkan menumbuhkan perekonomian Kota Sukabumi, tentu saja mengutamakan keberpihakan terhadap upaya penumbuhan ekonomi dan sosial masyarakat sekitar, kemudian meningkatkan UMKM dan ekonomi kreatif lainnya melalui prinsip kemitraan, serta tidak lupa juga untuk menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan di Kota Sukabumi.

“Semua itu merupakan salah satu visi misi saya dan pak Wali, yakni mewujudkan ekonomi daerah yang maju bertumpu pada sektor perdagangan, ekonomi kreatif, dan pariwisata melalui prinsip kemitraan dengan dunia usaha, dunia pendidikan, dan daerah sekitar,” pungkas. (cr1/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *